Minggu, 31 Agustus 2008

Sisi Lain Bintaro


Kawasan Bintaro terkenal dengan sisi modernitasnya dengan di mulainya dari rumah2 bernuansa elite, kawsan perbelanjaan, hingga perkantoran, dengan fasilitas jalan yang cukup lebar dan beraspal mulus nyaris tanpa lubang. Kali ini Komsep dengan teamnya yang beranggotakan (Aan, Chairul, Didik, Thoni, Hardi dan Fajar) menelusuri sisi lain dibalik kemewahan yang ditampilkan kompleks Bintaro. Perjalanan kali ini dimulai dari belakan Alfa bintaro yang kini berubah nama menjadi Carefour. Dipimpin oleh team leader yang sudah berpengalaman (Hardi) menuju jalan berlumpur tepat di sisi perumahan Kebayoran Height.


Menurut ramalan Ki Joko Bodo kondisi jalan pada waktu itu tidak mungkin dilalui sepeda karena hujan lebat mengguyur kawasan tersebut malam sebelumnya, tapi memang jiwa putualang yang tinggi anak-akan Komsep ini, tidaklah menjadi hal yang menakutkan, dengan berat hati, tatkala ban sudah tidak bisa berputar dikarenakan gulungan tanah yang menyerupai Donat, terpaksa satu persatu harus menggotong sepeda masing2 untuk kemudian di bersihkan bannya dengan alat seadanya.

Dengan diiringi tertawaan kamping piaraan penduduk setempat serta lantunan doa umat Budha dari sebuah Wihara yang tidak jauh dari tempat kita membersihkan sepeda, Mungkin tidak banyak orang tau kalau disekitar Bintaro ada Wihara. Setelah menghela beberapa tanah yang menutupi jalur laju roda, kami melanjutkan perjalanan menelusuri sisi perkampungan penduduk. Diiringi jalur tanah yang kali ini lumayan tidak membuat ban jadi donat, single trak hingga kegelapan rimbunan pohon bamboo. Sayang Hardi selaku penuntun arah harus memisahkan diri di pertigaan perigi kompel graha Bintaro.


Berbekal pengalaman minggu minggu lalu penunjuk jalan diambil alih anggota komsep komisaris rempoa. Sedikit mengingat ingat jalur keluar masuk perkampungan penduduk dan tidak Cuma sekali melintas di pekuburan dan di bawah jemuran orang akhirnya kita sampai juga di perlintasan jalur legendaris JPG. Demi memperkenalkan jalur yang menjadi tempat permainan satu satunya yang dekat dengan mayoritas domisili kita, akhir nya dengan rasa deg degan kita sampai jga di turunan pertama di bawah rindangnya pohon bamboo.


Namun sayang pada turunan ke 2 kakak beradik dari rempoa harus mengalami sedikit kecelakaan dengan terjukilnya sepeda mereka, tapi syukur tidak menimbulkan cidera yang berarti.

Salut untuk Aan yang baru pertama kali melibas track dengan tidak mengalami hambatan yang berarti hingga sampai di titik finish yaitu warung Mpok, yang menjadikan tempat menikmati sarapan nasi uduk telor dadar yang menjadi menu andalan Mpok Café ini.


Demikian seklumit perjalanan singkat anak2 komsep menembus sisi lain dari kompleks Bintaro, hingga menemukan hal hal baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, nyesel deh, bagi yang ga bisa jaoin he … he …, tapi jangan kecil hati, tunggu tour2 Komsep selanjutnya yang pasti tidak kalah menarik dari tour2 sebelumnya.

Komsep always funny!

Cheers


Chairul

Gambar Lain disini

Sabtu, 26 Juli 2008

Gowes Bareng Sacyc


Wuaaah, lama gak gowes nih, kaki jadi gatel pengen gowes bareng2 lagi. Eehh kebetulan ada
undangan buat gowes bareng. Acara ini dlm rangka meramaikan HUT salah satu club sepeda, yg meskipun masih mudah usianya tapi kiprahnya dlm dunia pergowesan patut diacungi jempol

Komsep bisa diundang karena salah satu anggota sacyc adalah wiragarda yg ditugaskan di JIS. Selain itu komsep juga pernah menikmati gowes bareng mereka di Gunung Mas/Budud, link disini.

Gowes kali ini juga diramaikan dengan dengkul2 baru dlm dunia pergowesan, ada adik iparnya fajar dan adik (ipar)nya toni. Sebagian goweser start dari rempoa lalu jemput aan di jalan buat terus gowes ke parung. 2 goweser dari ciledug ngangkut sepeda ke mobil sampe parung. Yg dari rempoa 4 orang, jalan beriringan menyelusuri ciputat raya, lalu gabung dgn om aan di reni jaya.

Dari 4 org rempoa ini ada 1 yg masih newbie, jadi kecepatan gowesnya masih jauh di bawah standard anak2 komsep yg biasa kejar2an sama metromini :-D. Alhasil om Aan melesat di depan, jauh meninggalkan rombongan rempoa. Untung tidak ada yg nyasar dan sampai di lokasi in time (bukan on time)

Waah tuan rumah kli ini memang serius menggarap acaranya, ini bisa dinilai dari melimpahnya makanan untuk menjamu tamu yg datang. Ada kueh2, bakpau, dan ada juga ice milo dari sponsor. Makanan yg melimpah ini juga ditemukan pada pos2 selama gowes.

Sebelum mulai, ada beberapa sambutan dan pengarahan dari panitia, kesempatan yg sama juga kita pakai buat photo2

Karena pesertanya banyak, maka dibuatlah beberapa klosep (kelompok sepeda) yg dilepas memasuki track dgn selang wak
tu tertentu. Seluruh anggota Komsep masuk ke klosep ke 3.



Track dimulai dengan turunan lan
dai di jl aspal, lalu bebelok masuk perkampungan penduduk, lewat jalan2 berbatu dan diselingi dgn tanjakan dan turunan landai.
Track cukup enak dinikmati, yg masih newbie dipastikan bisa genjot sepanjang track, sedikit menantang pada beberapa tempat, tapi rata2 tanjakan dan turunan cukup landai.


Ada di suatu tempat, turunannya lumayan curam, tetapi karena tracknya lumayan lebar dan sudah di semen, harusnya tidak menimbulkan kesulitan berarti, tapiii itu harusnya. Tetep ajah ada goweser yg terjun ke empang di bawah turunan itu. Gak jelas penyebabnya, yg jelas bukan karena mengemudikan dlm keadaan ngantuk :-P (mana bisa gowes kenceng sambil ngantuk)

Ada 1 tempat yg menjadikan gowes kali ini salah satu gowes tak terlupakan. Kita melewati lapangan yg baru saja di semprot oleh tinja/pupuk kandang, hiiiii. Bener2 pengalaman yg tak terlupakan, apalagi aromanya.

Selepas dari lapangan yg dipenuhi ranjau pupuk kandang ini kita sampai pada pos istirahat 1. Jarak dari start ke pos1 ini lumayan jauh, tapi segala cape, lapar dan dahaga terpuaskan karena minuman dan makanan yg lumayan banyak, ada teh manis anget, air putih bergelas2, pisang, lontong dll.

Istirahat disini lumayan lama, sampe ada yg bosen dan berangkat tanpa aba2 panitia, untungnya sepanjang jalan, arah track cukup jelas karena sebelumnya panitia sudah menebarkan kapur sebagai petunjuk arah.


Track tahap 2 rata2 lewat perkampungan penduduk, lumayan seneng karena penduduk bersahabat, apalagi anak2nya yg seru menyorak2i kita, bahkan ada yg tos berbaris(itu loh, bereka baris berjejer dan kita yg sepedaan tos dgn anak2 yg berderet2 itu)

Track ini bener2 enak, lumayan adem, yg lebih nikmat lagi ternyata ada danau yg lumayan besar dan kita gowes di pinggir danau tsb.
Tempat ini bener2 bagus yg menjadikan gowes kli ini juga tak terlupakan, selain gowes kita juga beristirahat di pinggir danau yg tenang, dan lumayan jernih. Karena viewnya bagus, gak lupa juga kita photo2 disini


Pos 2 ada di pinggir danau, setelah makan dan minum sepuasnya, gowes pun lanjut, track cenderung biasa ajah dgn tanjakan2 ringan, gak terlalu lama gowes ternyata kita sudah kembali ke tempat kami pertama gowes, dan petualangan pun berakhir

Berakhir?? Tidak juga, karena gowes musti berlanjut ke rempoa. Gowes terakhir inilah yg menurutku paling berat karena tenaga sudah dipake banyak sebelumnya, blm lagi terik panas tengah hari yg membikin stamina turun, untung ada newbie yg gowesnya pelan, jadi bisa dijadikan alasan buat ikutan gowes pelan, hahaha

Track pulang ke rempoa dibikin beda dgn berangkat, selain menghindari jalan raya yg rame dan berasap juga biar gak bosen. Om rajosuaro berpisah di jalan (gak tahu nama jalannya apa) dan rombongan rempoa pun sampai di pos rempoa sekitar jam 1 siang.


Mudah-mudahan tahun depan club2 lain mau mengundang komsep untuk gowes bareng dan kalo bisa anggota komsep bisa dapet doorprize .... Amin

Photo2 lain bisa diliat disini

Selasa, 06 Mei 2008

Cerita dari Gn Mas Bubud


Seperti biasa hari libur memang jadi incaran para goweser tuk meniti trek yang baru sehingga anak2 KOMSEP yang kali ini diwakili oleh ( Om Budi, Om Thoni, Om Chairul, Om Aan, Om Hardi, Om Gaus, Om Alan dan Fajar (yang masih duduk manis di bangku SMA), dan Om Yitno (kuda hitam dari Rempoa) ) juga tidak kalah ambil bagian tuk menelusuri trek gn Bubud yang telah direcanakan jauh2 hari.

Perjalanan dimulai dari kediaman Om Budi di rempoa yang juga sebagai fasilitator transportasi dan konsumsi sarapan pagi. Tepat jam 6 pagi satu persatu mulai berdatangan dan kita awali dengan menaikan sepeda ke atas kijang pick up yang telah disediakan, juga nasi uduk dan lontong telah menanti kedatangan teman2 KOMSEP, sehingga sekitar jam 6:30 baru kita take off dari rempoa menuju Sawangan Arco, tempat markas Sacycs berada. Di sana kita telah disambut hangat oleh Anggota Sacycs yang kalo ga salah diketuai oleh Om Herling Wenas. Waktu 15 menit cukup kita gunakan untuk saling berkenalan dan menyiapkan sepeda tuk siap digowes.


Gowes dimulai dari pelataran GOR Arco tempat kita parkir mobil sementara kita genjoet. Tidak banyak jalan aspal yang kita lalui kita sudah disuguhgan jalan tanah berlumut yang licin, cukup teknikal, up and down, hingga single track menembus alang alang yang tingginya melebihi kepala kita.
Sesampainya di Pos 1 kita bertemu dengan
rombongan lain yang dipandu oleh om Jimmy B-Bike, karena banyak nya goweser dan mayoritas ingin merasakan segarnya teh manis sehingga merepotkan pemilik warung dan akibatnya kita sendirilah yang harus membuat the manis tersebut dengan adonan semau kita.



Lepas dari pos 1 rombongan menuju gunung Bubud menjadi berlipat ganda mirip dengan karnaval sepeda hias 17 agustusan, sehingga jalur single trek ibarat sholat berjamaah kalo yang di depan nuntun ya makmum mesti nuntun juga. Tapi kita memisahkan diri setelah mencapai awal perkebunan kelapa sawit dengan jalan berbatu mirip dengan jalan di kompelex ABRI waktu ga SD dulu, (sekarang dah pada di hotmix ). Kita rombongan kecil yang dipimpin oleh Om Herling Wenas melepaskan diri dari rombongan besar masuk ke daerah perkampungan dan disambut oleh beberapa warga setempat dan dengan sukarela menyediakan 2 ketel air teh dan air putih.
Menuju pos terakhir salah satu anggota kita sedikit mendapat masalah di sekitar RD nya. (secara teknik gwa sendiri kurang jelas masalahnya) sehingga kita butuh waktu tuk memperbaiki yang di Bantu teman dari Sacycs. Beberapa dari kita ada yang masih menyimpan perbekalan nasi uduk dan lontong sehingga ada waktu juga tuk menyantapnya.setelah seleai perjalanan menuju perbukitan Gn Bubud yang hanya beranggotakan 8 Orang dari KOMSEP dan 2 Orang dari Sacycs (Om Ridwan dan Om Didin yang kebetulan jga belum pernah naik sampai ke Bubud).

Mulailah dengan trek yang ditunggu tunggu yaitu tanjakan yang sepertinya tiada akhir tuk mencapai puncak, dan ketika kita sampai di puncak perbukitan ternyata yang kita jelajahi adalah Gunung Mas dan setelah kita bertanya dengan penduduk setempat kita putuskan tuk naik lagi ke perbukitan selanjutnya yang diyakini Gn Bubut, dengan nafas yang tersisa kita nikmati lagi tanjakan yang melelahkan sampai akhirnya menemui persimpangan setelah berdiskusi sejenak kita putus kan tuk mengambil jalan yang menurun dengan anggapan Bonus setelah sekian lama nanjak. Ditengan kebingungan kita tuk mengambil arah setiap bertemu persimpangan, dengan segala keberuntunga kita bertemu dengan pedagang Bakso dan tanpa dikomando lantas kita stop dan memesan secara bergantian. Kenapa musti bergantian? soalnya mangkoknya cuman sedikit, gak sebanding dgn jumlah anggota Komsep, apalagi waktu itu lagi kalap2 karena abis genjot, jadi 1 orang sih pengennya 2 ato 3 mangkok, cuman karena mangkok yg terbatas jadi musti cepet2 makan deh, supaya mangkoknya bisa dipake oleh anggota Komsep yg lain.

Setelah rehat sejenak baru ada titik terang kemana kita harus melanjutkan perjalanan setelah mendapat arahan dari si tukang bakso (hebat jga tuh tukang bakso berjualan ditempat yang jauh dari mana2, jgn2 bukan tk bakso beneran... hiiiiiiii).


Menemukan jalan aspal ibaran mendapatkan durian runtuh nih ada kutipan komentar Om Aan “diperjalan pulang, ketemu jalan aspal, berasa di sorga. Semua memacu sepedanya dg kencang pake gigi 3 - 7,8,9
Juga di waktu itu aku menemukan nikmatnya rasa Coca Cola dingin..hmmm...segeerrr..
Nyesel memang tuk nggak ngalamin..he he.. Apalagi kemaren itu kita ketemuan group B-Bike di pos satu, sehingga gerombolan yg menuju gunung banyak banget, kek karnaval..dan.... my old marin tidak malu-maluin, bisa ngikutin performance anak cucunya..ha ha ha..”


Sesampainya di B-Bike kita pamitan dengan rombongan Sacycs yang telah menemani kita menembpuh perjalanan yang sangat melelahkan sekaligus mengasyikan ini dan yang yang pasti ga akan pernah kita lupakan tuk bekal cerita anak cucuk kita.

Seperti biasa Perjalan KOMSEP diakhiri dengan wisata kuliner demi meluruskan otot yang pating merengkel yang kali ini di kedai Bebek bakar yang pemiliknya notabenanya masih kerabat dekat.

Terima Kasih yang sebesar2nya tuk Group Sasycs yang telah memandu kita bersepeda fun bike menelusuri jalan kampong dan daerah perbukitan. Terutama Tuk Om Herling Wenas, Om Ridwan Om Didin dan Om Hans ( mudah2an ga salah nyebut nama ).

Rabu, 26 Maret 2008

Menelusuri Pipa Gas: Serpong - Meruyung

Berbekal dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan rasa nekad yang lumayan tinggi, kami tim touring KOMSEP ( Alan Chairul Budi Toni Hardi dan om Aan yang mencoba menggabungkan diri di depan gerbang Villa Dago Tol serta 2 orang anak didiknya om Alan yang masih duduk di bangku SMA dan SMP) mencoba menjelajahi jalur pipa gas dari Serpong hingga Meruyung, pada hari minggu pagi tgl 16 maret 2008.

Kondisi track cukup licin dikarenakan hujan yang cukup deras di malam minggunya, tapi tidaklah membuat hati para goweser KOMSEP menjadi ciut. Start dari warung Mpok JPG jam 8:00 am waktu setempat dengan sebelumnya mengontek om Aan yang hingga kami start belum muncul juga. Akhirnya beliau sepakat untuk mencegat rombongan yang sudah tidak tahan lagi dengan track basahnya yang menjadi favorit MTBers.

Suasana gemuruh teriakan para gowesers yang tidak mau kehilangan traksinya karena ban yang cukup licin mewarnai etape pertama yang medannya pun boleh dibilang aduhai …. Sampailah kita di pintu gerbang Vila Dago Tol, dan dengan kesabaran yang tinggi serta dilandasi kesetiakawanan yang berapi api maka datang lah om Aan sang photographer setelah ditunggu selama kira kira 1 jam ….


Perjalanan kali ini cukup unik: melintasi pekarangan orang, alang alang, beberapa sungai baik kecil maupun yang cukup besar berhasil kita sebrangi, sampai rombongan harus menembus kepadatan pasar tumpah yang dipadati oleh ribuan kostumer setianya hingga mampu menggoda 2 orang anggota rombongan yang masih duduk di bangku sekolah menengah untuk membeli jajanan berupa CIMOL ( inget di depan sekolahan katanya ) dengan polosnya mereka membagi tuh cimol dengan sang guru ( om Alan ) tapi dengan kewibawaannya beliau menolak pemberian 2 anak didiknya dengan alasan tidak mau menerima suap dalam bentuk apapun. Kita pun disuguhkan dengan atraksi om Alan dan seorang anak didiknya serta om Hardi (perwakilan dari JIS ) menuruni sebuah jurang yang lumayan curam bekas aliran air hujan, yang menjadikan perjalanan kali ini diwarnai gelak dan tawa. ( atraksi bisa terlhiat dalam foto maupun film )

Singkat cerita sampai lah kita pada trak yang paling menyulitkan, setelah memasuki kawasan komplek bukit modern, kami dihadapkan dengan turunan yang curam serta di sugui sungai yang lumayan besar untuk kita sebrangi dan diakhiri dengan tanjakan yang lebih dari ngehe … mungkin ngwee kali ya ?? jembatannya yang kita lalui pun mirip jembatan Syrotul Mustaqim yang konon sangat berat bagi mereka yang kurang beriman dimasa hidupnya ….

Setelah berhasil melewati jembatan dan tanjakan tersebut, dengan mukjizat tuhan hadirlah sebuah warung kelontong di tengah padang ilalang yang memberi kita kesejukan dengan berbagai minuman karena memang persediaan minum kita masing masing sudah menipis bahkan sampai ada yang kehabisan.
Setelah beristirahat sejenak barulah kita sampai diujung petualangan dan menemukan track aspal Meruyung yang disambut dengan restoran soto KUDUS yang sangat mengairahkan selera makan kita yang bertepatan dengan jam makan siang. Demikanlah seklumit petualangan yang cukup menarik untuk di simak, apabila ada salah dalam bahasa mohon dibukakan pintu maaf. Maklum cuma penulis cadangan ……


Salam KOMSEP.

Senin, 18 Februari 2008

MTB Trend 2008 JPG - Serpong


Sebenarnya acara ini dah lama dinanti2kan oleh para goweser yg pengen upgrade sepeda mereka.
Karena pengalaman tahun sebelumnya, di acara ini rodalink ngasih discount minimal 30%.

Belum lagi bursa component second dan jualan pernak pernik B2W, wah pokoknya berdasar pengalaman tahun sebelumnya, sangat dinanti2 deh.

Sampe2 anggota komsepter dah jauh2 hari melobi ketua KKJIS (koperasi karyawan jis) buat ngasih duit panjer yg bisa dijadiin utangan buat beli komponent.

Dengan tawar menawar yg berat dan panjang, akhirnya dikabulkan juga uang sangu sebesar 10 juta buat dibawa ke acara ini, trus nanti rencananya mau dibagi2 ke komsepter yg butuh uang buat belanja belanji di acara itu.

Minggu pagi, udara sepertinya cerah, setelah hari2 sebelumnya jakarta di guyur hujan pagi dan malam hari. Pagi itu rencana mau bangun pagi dan sepagi mungkin ke JPG, biar dapet goody bag, karena menurut kabar si burung, cuman 100 org pendaftar pertama yg bakal dapet si guudi yg isinya snack, kaos, lunch, dan kupon harga pintu (door price).



Tapi apa daya, rencana berangkat jam 6 akhirnya molor jadi jam 6:20, patrol ciledux yg tinggal 1 ini pun akhirnya berangkat sendiri menembus udara dingin.

Sampe sono gak tahu jam berapa, tapi moso ooollloohh antrian dah panjang, untung di jpg ketemu si Agus, jadi punya temen deh buat nyari parkiran sepeda dan gabung antri.



Singkat cerita, setelah puas antri dan dapet gudi beg, kami pun berkeliaran dengan liarnya ke stand2 yg ada, wuiit's tunggu dulu, di salah satu stand ada pemandangan yg gak biasa. Inget umbrela girl di balap2 motor ato f1 kan?

Nah di stand polygon ada pemandangan mirip itu, cuman bedanya dia gak megang gagang payung yg panjang itu, tapi megang barang lain (flyer) buat dibagi2in ke peserta.

Rata2 peserta sih nerima, lumayan, itung2 cuci muka eh mata, apalagi klo diandaikan sebagai sepeda, komponentnya dah XTR semua lah, apalagi FD nya, sempet jadi bahan perbincangan hangat di internal email komsepter :-P

Kembali lagi ke perburuan komponent, ternyata stand rodalink mengecewakan, barang2nya gak lengkap, rata2 yg ditanyain komsepter gak dibawa sama mereka, selain itu discount yg sangat diharapkan ternyata max 10%, itupun didapat pada pembelian barang ke 3, jadi maksudnya gini:
  • Beli barang ke-1, gak discount
  • Beli barang ke-2, discount 5%
  • Beli barang ke-3 dst, discount 10%
Langsung hilang deh keinginan buat belanja disitu, karna dah terlanjur bawa duit banyak. Akhirnya kmi pun rame2 pindah lokasi perburuan ke Bagus bike serpong.

Heheh, ternyata gak sia2 kita jauh2 gowes ke serpong, satu persatu personil komsep memilih dan meminang barang pilihan masing2.

Sang juru kamera rupanya ada tukang yg menunggu di rumah, karena itu dia pamit pulang duluan. Karena itu pula lah, photo2nya cuman ada yg di JPG ajah.

Di bagus bike rata2 pada beli pedal clip dan sepatunya, tapi ada juga yg beli crank, trus cranknya yg lama langsung ada yg bayarin lagi, pokoknya seru lah transaksinya. Si kokoh teknisinya pun jago dan ramah, meskipun bukan permintaan kita tapi semua sepeda yg dipegang dapet tune up gratis, om Hardi malah baru tahu klo gear belakangnya longgar dan hampir lepas.

Perjalanan dilanjutkan dgn tujuan cari makan, baru 100 meter jalan dari toko ada kejadian biker jatuh tapi masih nempel disepedanya, gara2 lupa lepas clip pedal. Jatuhnya bener2 heboh, untung dia gpp, cuman malu ajah :)

Setelah puas cela2an, tujuan diarahkan ke Villa melati mas, dgn road captain Hardi, pas mau nyebrang jalan, biker yg pernah jatuh itu
hampir jatuh lagi, untung dia cepet2 lompat dari sepedanya, dia gpp, tapi sepedanya yg jatuh.

Di Villa melati mas akhirnya kita makan soto mie bogor dan soto betawi, rasanya mak nyusss, mungkin karena laper juga, maklum jam udah hampir pukul 1.

Sambil makan dibahas rencana buat bikin kaos, tapi gak tahu nih jadinya kapan ;-)
Lepas makan akhirnya kita menuju pulang, lewat bintaro.

Oiyah rekor belanja dipegang anggota senior komsep yg baru sekali ini jalan bareng sama kita, om Hendra dgn jumlah pinjaman 2.5 jt, posisi kedua oleh Agus dgn 2 jt (dah mulai ngerakit reign nya nih).
Lainnya rata2 1 jt ato kurang.

Photo2 bisa diliat di bawah ini :)


Kecurian Sepeda

Komsep turut berduka, salah satu anggota komsep, 'bini'nya dicuri orang.
Mudah2an Didik diberikan pengganti yg lebih baik... aminn


Kejadian diperkirakan pada tgl 14 Feb malam (malam jumat). Tapi baru diketahui pada tgl 16 Feb (hari sabtu).
Posisi sepeda memang ditaruh di Teras, karena lupa dimasukkan ke dlm rumah

Senin, 11 Februari 2008

JPG-Rempoa, 10th Feb



Morning y’all

Perjalanan ini tanpa diwarnai kehadiran om Rajosuaro, om Didiek, om Fajar dan om Haji Rangkayo Gaus van Duren Tiga. Riders kali ini Alan, Chairul, Toni, Hardi, Budi, Nebula plus 2 jomblo UIN yg kali ini mengikutsertakan rider Rusmin (bener ga?) –anak UIN juga—kl menurut Toni, jenggotnya mirip Ahmad Dani. Total riders: 9.

Trip dimulai dari JPG (the legend) trus masuk single track samping kali. He..he.. Nebula terpaksa jatuh beberapa kali n mendarat di kebon singkong dgn sukses – but she’s fine-. Trus kita jalan lagi setelah mengurangi tekanan ban demi mengejar traksi (taela), menyusuri jalur pipa gas menuju arah Pamulang.

Track lumayan asik.. walaupun kebanyakan flat tapi licin luarbiasa. Lewatin kolong jalan tol, nyebrang rel kereta api, ngelewatin kebo lagi pd mandi pagi n beberapa kali musti brenti untuk bersihin ban, RD, FD n rante yg penuh tanah.

Ada satu kejadian dimana si Ahmad Dani kita, RD-nya patah. Dengan sigap dokter kita (merangkap sweeper n penasehat spiritual sepeda) om Alan….turun tangan…potong rante…n bikin single speed, jadilah si Ahmad Dani ngicik separuh perjalanan (kebayang capenya, tp gapapa dink, badannya gede ini… padahal ga doyan nasi…lho hubungannya??)

Rombongan keluar track masuk kawasan Pamulang trus ke Kedaung dibawah rintik2 hujan menuju Rempoa, rumah sodara Chairul yg dengan pasrah menyediakan kediamannya untuk dijadikan persinggahan n makan siang hari itu.

Jam 11:30an tiba di rumah Chairul dengan tubuh n sepeda penuh lumpur, disambut dengan jus jambu, ikan bawal bakar n sop kambing…..mantap kali.

Kenyang…trus bubar deh…

sorenya baru gw n toni bawa sepeda ke tukang steam.. cuci speda yg belepotan ga keruan.. (ngeliatnya aja cape gimana disuruh nyuci sendiri)

Sayang trip kali ini ga ada poto2nya, berhubung 2 potograper kita pd bolos.

Jadi lu pade ga bisa liat muke si Ahmad Dani.. biarlah dia jadi misteri… semisterius ceu A’at van Cihuni..

Thanks to all the riders for joining the trip…. Nebula, Alan, Hardi, 3jomblo UIN, specially om Chairul n om Toni n the family yg udah repot2 nyiapin lunch

C U guys next week….JPG MTB Trend 2008












Reporter: Budi Setiarto (20086)

Kamis, 31 Januari 2008

The way to home.... Komsep goes to Cihuni (part 4)

Wah dah lama gak ngelanjutin tulisan nih, mangap, soalnya banyak kesibukan hehe

Btw lanjut ke cerita perjalanan, setelah nyebrang sungai dan istirahat sebentar di atas. Akhirnya gowes pun lanjut, ngelewatin single trek yg kiri kanannya di pager besi sama pengelola BSD. Ini gambarnya


Perjalanan ditempuh dengan santai, selain karena panas nya hawa tengah hari saat itu. Juga karena tujuan kita juga mau pulang.

Gak ada yg menarik sepanjang perjalanan pulang ini, kecuali pada saat lewat perumahan, tiba2 dari arah depan melintas tukang somay. Gak tahu siapa yg mulai, tapi kita semua rame2 pengen beli itu
somay.

Dipanggilah si tukang somay, sambil nunggu tk somay yg lagi kebanjiran pesanan, kita pun istirahat di bawah rindang pohon di taman sambil leyeh2 tiduran.

Gak berapa lama, lewat juga tukang
mie ayam, dasar anak2 dah kalap, dipanggil juga tk mie ayam, trus gak lama, tk es cendol pun ikut dipanggil buat memuaskan nafsu makan yg membara sehabis gowes, :)

Untung tukang2 lain yg lewat gak jadi dipanggil, padahal kita dan tukangnya dah liat2an gitu

Setelah bayar masing2, gowes pun berlanjut. kitapun nyebrang jalan raya, lompat trotoar plus tamannya (hehe abis klo muter jauh), dan sampai di sebrang.

Tujuan selanjutnya sebenarnya mau ke mpok cafe jpg, tapi berhubung peserta sudah kelelahan, bahkan ada yg mengeluh sedang masuk angin, maka perjalananpun akhirnya dilanjutkan untuk menuju ke rumah masing2.

Kami pun berpisah, kloter ciledug dan bintaro memisahkan diri dari kelompok utama di jalan perigi,
sedangkan yg lain menuju rempo, pamulang dan mampang.

Trip kali ini terasa sangat berkesan, selain karena jumlah peserta termasuk yg paling banyak, trek yg cukup fun, dan juga pemandangan yg sangat indah dan berkesan.

Buat yg penasaran sama gimana sih wajahnya the legend mpok aat, sampe2 banyak yg bela2in gowes ke cihuni buat ketemu dia, saran saya sih mendingan siap2 deh gowes ke cihuni, gak rugi lah pokoknya ;-)

Oiyah, many2 thanks buat Zaidirsyah alias Aan, dan Didik yg sudah repot2 mengambil photo2 yg dipakai di blog ini, kalau mau liat photo2 lain dlm journey ke cihuni bisa diakses di Sini



Terima kasih juga buat rekan2 yg lain yg menjadikan perjalanan ini sangat menyenangkan,
Agus, Alan, Budi, Chairul, Hardi, dan Tony

Mudah2an dilain waktu kita bisa gowes bareng lagi di trek lain

Selasa, 29 Januari 2008

Komsep Goes to Cihuni (part 3)

Getek .....
(buat yg baru baca kata tsb, e nya dibaca seperti hurup e pada kata enak, bukan ueenak yah)

Siapa sih yg gak tahu getek, tapi mungkin gak semua orang pernah naik getek, lebih jarang lagi kalo anda beserta sepeda anda yg naik getek. Buat para MTB'ers, alat transportasi sederhana ini merupakan benda yg wajib dinaiki bila melakukan penjelajahan di Cihuni. Belum afdol rasanya jika belum naik getek.


Setelah puas makan dan leyeh2, kamipun mulai kembali menaiki sadel masing2. Penjelajahan pun dilanjutkan, tujuan selanjutnya adalah naik getek. Dgn dipandu Alan, kamipun mulai lewat perkampungan penduduk, mungkin karena jalan yg mirip atau karena ngantuk sehabis makan, beberapa kali kami kesasar. Tapi gak rugi loh nyasar, karena kami dapet spot yg bagus buat photo2, salah satu hasilnya ada di photo pertama di Part 1
Hasil lain adalah:










































Akhirnya jalan yg dicari2 pun ketemu, kita lewat jalan yg kalo hujan pasti becek setengah mati, lewat lapangan bola in the middle of nowhere dan lewat beberapa turunan tajam yg butuh kehati2an kalo gak mau kepleset di jalan yg berbatu2 kerikil.
Jalan menuju penyebrangan getek sudah di semen, tapi tetap saja berupa turunan curam yg langsung belok 90 derajat, kalo gak hati2 bisa nyelonong mandi di kali

Sungai yg kita sebrangin ini cukup lebar, sekitar 30-meteran, namanya sungai cisadane, untung arusnya meskipun mengalir tapi gak terlalu deras. Geteknya cuman ada 1, sekali angkut bisa muat 5 sampe 7 sepeda dan goweser.


Karena kami ber 9 orang, jadi butuh 2 trip buat nyebrangin seluruh anggota team. Photo2 bisa diliat disini:


Seperti yg terlihat di photo, getek ini gak ada pengaman-nya. Semua bergantung dari kekuatan tangan dan kaki sang operator. Karena itu kalo arusnya deras, musti mikir2 dulu deh kalo mau nyebrang.

Getek yg pernah saya lihat dulu, biasanya ada tali tambahan yg diiketkan dari getek ke tali yg melintang disungai itu, tali ini untuk pengaman kalo sang operator kepleset ato pegangannya terlepas dari tambang.

Belom lagi getek ini suka miring kalo kita nginjeknya gak ditengah getek, jadi rada2 berdebar2 juga sih pas nyebrangnya. Untung semua bisa sampai di seberang dengan selamat (tapi si selamat gak ikut gowes)
.

Di seberang sudah menunggu tanjakan yg cukup curam untuk didaki, untung ada tangga.

Btw sekedar tips bagi yg bawa sepeda, itu sepeda bisa dituntun koq lewat jalan setapaknya, gak perlu di gendong seperti anggota komsep yg satu itu, heehe.

Sampai diatas ternyata ada tempat buat istirahat dan duduk2 sebentar sambil nunggu teman yg sedang menyebrang.

Oiyah, ongkos geteknya klo bawa sepeda biasanya 2 ribu, tapi kami ber 9 bisa dapet discount, cukup bayar 10 ribu buat semua (2 kli trip). Thanks to budi yg udah bayarin ongkos geteknya :)

dah cape nulisnya nih
bersambung ke part 4 yah: pulang.....

Komsep Goes to Cihuni (part 2)

Setelah lewatin jembatan single track jalur mulai naik turun, tapi masih dengan mudah bisa dilewati, setelah sekitar 3 kilo mulai masuk jalur jalan raya sebentar.
Lalu mutarin bunderan BSD kita masuk ke lokasi perumahan Gading serpong, meskipun jalan aspal, tetapi menanjak, ditambah lagi kami berada di ruang terbuka sehingga angin dari depan berhembus dengan kencang tanpa ada halangan. Genjot jadi terasa beraat sekali, tapi pemandangan sangat bagus dengan jejeran pohon kelapa yg berbaris rapi, akhirnya setelah lihat danau, kami singgah buat photo2 disini



dan disini




Setelah puas photo2 di pinggir danau, kita gowes lagi, disini suasana di desa mulai benar2 terasa, maklum banyak sapi, hehe. Track makin menarik, sekarang kami masuk ke perkebunan kelapa, enak banget gowes beriringan di tengah2 jejeran pohon kelapa yg di tanam rapi.

Di track ini genjot mulai seru, selain tanaman yg mulai rapat ke jalan, banyak juga jebakan2 yg kalo gak hati2 bisa bikin bau...
Loh koq bau?? ya iya lah, jebakannya berupa tahi sapi segede bagong boo..

Tapi disini salah satu tempat paling berkesan, soalnya tempat2 sebelumnya panas, bener2 tempat terbuka, baru disini terasa t
empat yg adem.

Lewat dari track pohon kelapa yg kalo habis hujan pasti jalurnya licin banget, kami melewati beberapa perumahan penduduk, persawahan dan lapangan bola, lengkap dengan jebakan2nya seperti tadi.

Akhirnya setelah gowes kira2 20 kiloan dari titik start, kami sampe ke warung dengan penjaganya yg legendaris, mpok Aat. Di warung ini kondisi sudah ramai oleh para goweser.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 kurang, bahan bakar yg sebelumnya diisi di Mpok cafe mulai menipis dan tubuh minta diisi lagi. Gak masalah, karena makanannya lumayan lengkap, bersih dan enak. Masing2 pun mulai sibuk mesen makanan sambil belanja mata, hehehe.. (emang pantas sih jadi legenda, si mpok Aat ini).

Suasana warung yang ramai namun terasa akrab,
karena meskipun tidak saling mengenal tapi karena sama2 peminat sepeda, kami pun berbaur dengan genjoters yg disana.
Karena ramai, kami jadi kurang dapat perhatian dari sang penjaga warung, maklum meskipun penjaga warung ada 3, kalau yg ngeladenin bukan sang legenda, kayaknya kurang lengkap, sampai2 salah satu anggota komsep berniat untuk ke warung ini bila keadaan sudah sepi :).

Sehabis makan dan puas leyeh2, perjalanan pun dilanjutkan.....


bersambung.....
Next episode: taking getek to cross the river

Senin, 28 Januari 2008

Komsep Goes to Cihuni (part 1)

Apa sih Komsep?, dimana sih cihuni?

Begitu kali pertanyaan yg kira2 muncul kalo baca judul blog ini.
Tapi buat penggemar Mountain Biking dan tinggal di jakarta, pasti sudah tahu, minimal pernah dengar ttg Cihuni. Daerah di seputaran BSD Serpong yg kondang akan track nya dan penjaga warungnya yg ok senyumnya ;-)

Nah kalo Komsep itu kepanjangan dari KOMunitas SEPeda, kumpulan pegawai2 JIS (Jakarta International School) yang seneng sepedaan. Acaranya mulai dari touring ke tempat2 eksotis, silaturahmi ke sesama anggota (dan makan gratis tentunya) juga ikut Bike to work (sepedaan ke kantor).

Karena komunitas, jadi sifatnya gak mengikat, siapa ajah boleh ikut, gak pake pendaftaran2 segala, pokoknya asal seneng sepedaan dan mau gowes bareng sama kita2, itu dah cukup buat diaku sebagai anggota Komsep JIS.

Balik lagi soal Cihuni, nih tempat dah kondang banget di kalangan mtb'ers soalnya ada tempat dimana kita musti nyebrang sungai pake getek. Sungainya lebar bo, kira2 25 meter lebih. Dalamnya kira2 10 meter lebih, soalnya kata yg punya getek, ada sepeda gak sengaja kecebur dan gak bisa diambil lgi karna dalam dan arusnya yg lumayan deras.

Acara ke cihuni ini awalnya jadi acara nekat, soalnya dari yg confirm mau ikut, baru 1 org yg pernah kesana, itupun dia gak hapal jalannya. Tapi karena dah terprovokasi dgn ajakan2 yg bilang bahwa di cihuni ada penjaga warung yg jadi legenda karena ke molekannya akhirnya banyak juga yg ikut, hehe.
Dan ternyata saudara2, legenda tersebut ... benar !!

Jalannya Acara


Hari itu tgl 19 Jan 08, kita janjian kumpul di Mpok Cafe JPG, gowes dari Ciledug bareng Didik the shooter berangkat kira2 jam 6:15 sampe sono pas jam 7, jalurnya lewat jalur off road yg baru ditemukan oleh didik, disana dah rame, ada Aan the Shelter, Budi, Chairul, Tony, Agus dan Hardi. Yg disebut 2 terakhir baru sekali ini mau ikutan off road.

Sampe sono isi bahan bakar dulu, segelas teh manis anget dan setangkup ketan. Yg lain juga sarapan dengan menu pilihan masing2.

Setelah sarapan ternyata dapat kabar bahwa salah satu teman Chairul yg sering ikut acara Komsep, mau ikut gowes bareng, namanya Alan. Kebetulan nih soalnya dia emang anak sepedaan, dan hapal banyak jalur off road, termasuk jalur ke cihuni.

Start dari JPG baru mulai sekitar jam 8 gak lama gowes kita dah nemuin jembatan single track yg keren, ini photonya:

bersambung....