Rabu, 26 Maret 2008

Menelusuri Pipa Gas: Serpong - Meruyung

Berbekal dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan rasa nekad yang lumayan tinggi, kami tim touring KOMSEP ( Alan Chairul Budi Toni Hardi dan om Aan yang mencoba menggabungkan diri di depan gerbang Villa Dago Tol serta 2 orang anak didiknya om Alan yang masih duduk di bangku SMA dan SMP) mencoba menjelajahi jalur pipa gas dari Serpong hingga Meruyung, pada hari minggu pagi tgl 16 maret 2008.

Kondisi track cukup licin dikarenakan hujan yang cukup deras di malam minggunya, tapi tidaklah membuat hati para goweser KOMSEP menjadi ciut. Start dari warung Mpok JPG jam 8:00 am waktu setempat dengan sebelumnya mengontek om Aan yang hingga kami start belum muncul juga. Akhirnya beliau sepakat untuk mencegat rombongan yang sudah tidak tahan lagi dengan track basahnya yang menjadi favorit MTBers.

Suasana gemuruh teriakan para gowesers yang tidak mau kehilangan traksinya karena ban yang cukup licin mewarnai etape pertama yang medannya pun boleh dibilang aduhai …. Sampailah kita di pintu gerbang Vila Dago Tol, dan dengan kesabaran yang tinggi serta dilandasi kesetiakawanan yang berapi api maka datang lah om Aan sang photographer setelah ditunggu selama kira kira 1 jam ….


Perjalanan kali ini cukup unik: melintasi pekarangan orang, alang alang, beberapa sungai baik kecil maupun yang cukup besar berhasil kita sebrangi, sampai rombongan harus menembus kepadatan pasar tumpah yang dipadati oleh ribuan kostumer setianya hingga mampu menggoda 2 orang anggota rombongan yang masih duduk di bangku sekolah menengah untuk membeli jajanan berupa CIMOL ( inget di depan sekolahan katanya ) dengan polosnya mereka membagi tuh cimol dengan sang guru ( om Alan ) tapi dengan kewibawaannya beliau menolak pemberian 2 anak didiknya dengan alasan tidak mau menerima suap dalam bentuk apapun. Kita pun disuguhkan dengan atraksi om Alan dan seorang anak didiknya serta om Hardi (perwakilan dari JIS ) menuruni sebuah jurang yang lumayan curam bekas aliran air hujan, yang menjadikan perjalanan kali ini diwarnai gelak dan tawa. ( atraksi bisa terlhiat dalam foto maupun film )

Singkat cerita sampai lah kita pada trak yang paling menyulitkan, setelah memasuki kawasan komplek bukit modern, kami dihadapkan dengan turunan yang curam serta di sugui sungai yang lumayan besar untuk kita sebrangi dan diakhiri dengan tanjakan yang lebih dari ngehe … mungkin ngwee kali ya ?? jembatannya yang kita lalui pun mirip jembatan Syrotul Mustaqim yang konon sangat berat bagi mereka yang kurang beriman dimasa hidupnya ….

Setelah berhasil melewati jembatan dan tanjakan tersebut, dengan mukjizat tuhan hadirlah sebuah warung kelontong di tengah padang ilalang yang memberi kita kesejukan dengan berbagai minuman karena memang persediaan minum kita masing masing sudah menipis bahkan sampai ada yang kehabisan.
Setelah beristirahat sejenak barulah kita sampai diujung petualangan dan menemukan track aspal Meruyung yang disambut dengan restoran soto KUDUS yang sangat mengairahkan selera makan kita yang bertepatan dengan jam makan siang. Demikanlah seklumit petualangan yang cukup menarik untuk di simak, apabila ada salah dalam bahasa mohon dibukakan pintu maaf. Maklum cuma penulis cadangan ……


Salam KOMSEP.